Minggu, 28 Februari 2010

Kalimat Deduktif Dan Kalimat Induktif

Paragraf deduktif

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Paragraf induktif:

Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

sumber :

http://iaibcommunity.wordpress.com/2008/04/22/paragraf-deduktif-induktif-dan-deduktif-induktif/

Deduksi

1. Penalaran Deduksi
a. Semua unggas adalah bertelur
sebagian bertelur adalah unggas

Semua kambing adalah menyusui
Sebagian menyusui adalah kambing

b. Tidak satupun kambing adalah domba
Tidak satupun domba adalah kambing

Tidak satupun kubus adalah lingkaran
Tidak satupun lingkaran adalah kubus

c. Semua makhluk hidup adalah mati
Tidak satupun makhluk hidup yang tidak mati

Semua gaung adalah bunyi
Tidak satupun gaung yang tidak bunyi

d. Tidak satupun unggas adalah menyusui
semua unggas adalah tidak menyusui

Tidak satupun lingkaran adalah segi empat
Semua lingkaran adalah tidak segi empat


Selasa, 23 Februari 2010

Sejarah, Pengertian dan Fungsi dari Uang

A.Sejarah
Uang yang kita kenal sekarang ini mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.

Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia kepada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkannya. Akibatnya timbul “barter”, yaitu barang yang ditukar dengan barang.Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini, di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya; dan kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar.

Kesulitan dalam sistem barter mendorong manusia untuk menciptakan kemudahan dalam hal pertukaran, dengan menetapkan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generaly accpeted). Benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari. Misalnya, garam oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar, maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan, sehingga sulit menentukan nilai uang; penyimpanan (storage) dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan; serta timbulnya kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan

Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money), artinya nilai intrinsik (nilai bahan uang) sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang menempa uang, melebur, menjual, dan memakainya dan setiap orang mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah, sedangkan jumlah logam mulia (emas dan perak) terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar (sulit dalam pengangkutan dan penyimpanan). Sehingga lahirlah uang kertas

Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.

Selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan ‘kertas-bukti’ tersebut sebagai alat tukar.
B. UANG
Uang diartikan sebagai sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum seba¬gai alat pembayaran dan alat tukar-menukar yang sah. Pengertian uang yang diberikan para ahli ekonomi :
1. Robertson dalam buku Money (1922): "Money is something which is widely accepted in payment for goods". Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.
2. R. S. Sayers dalam buku Modern Banking (1938): "Money is something that is widely accepted for the settlement of debt". Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar ulang,
3. A.C. Pigou dalam buku The Veil of Money: "Money are those things that are widely used as a media for exchange”. Uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat tukar.
4. Albert Gailort Hart dalam buku Money, Debt, and Economic Activity: "Money is properly which the owner can pay off the debt with certainly and without delay". Uang adalah kekayaan sehingga pemilik dapat membayar utangnya dalam jumlah dan waktu tertentu.
5. Rollin G. Thomas dalam buku Our Modern Banking and Monetary System: "Money is something that is readily and generally accepted by the public in payment for the sale of goods, services, and other valuable assets, and for the payment of debt". Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima umum dalam pembayaran pembelian barang-barang, jasa-jasa, dan untuk pembayaran utang. (Nopirin, 1992)

C.Fungsi
1. Uang Sebagai Alat Tukar-Menukar
Pada saat kita melakukan transaksi jual beli, kita akan menyerahkan sejumlah uang, dan kita akan menerima barang kebutuhan. Artinya, kita sudah menggunakan uang sebagai alat tukar-menukar karena semua barang dapat diukur nilainya dalam mata uang, yang berlaku. Jadi, uang berfungsi adalah sebagai alat tukar-menukar.
2. Uang sebagai Alat Satuan Hitung
Dengan melihat banyaknya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sesuatu, maka kita dapat membandingkan nilainya. Jadi, uang berfungsi sebagai alat satuan hitung.
3. Uang sebagai Alat Penyimpan Kekayaan
Pasti setiap orang mempunyai tabungan atau deposito di bank. Artinya, setiap orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang. Sehingga uang telah berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan {state of value).
4. Uang sebagai Alat Penyelesaian Utang Piutang
Dengan adanya uang, transaksi pinjam-meminjam antara pihak yang berlebihan (surplus unit) dan pihak yang kekurangan (defisit unit) dapat dilakukan dengan mudah. Sehingga, uang telah berfungsi sebagai alat penyelesaian utang piutang {standard of deferred payments).

Syarat-syarat uang yang harus kita penuhi dalam penggunaannya:
1. Diterima umum dan sah menurut undang-undang.
2. Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
3. Mudah dibawa ke mana-mana.
4. Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya.
5. Tahan lama.
6. Jumlahnya terbatas (tidak berlebih).
7. Bendanya mempunyai mutu yang sama.


Nilai uang dibedakan nienjadi nilai nominal dan nilai intrinsik.
1. Nilai nominal adalah nilai yang tertuls pada setiap mata uang. Misal : di salah satu sisi uang logam tertulis Rp 1.000,00. Artinya, nilai nominal uang tersebut ialah Rp 1.000,00.
2. Nilai intrinsik adalah nilai uang yang diukur dari bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, nilai intrinsik uang kertas Rp20.000,00 ialah nilai kertas yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut.
Nilai nominal uang kertas biasanya lebih besar daripada nilai intrinsiknya.
Jenis-jenis uang berdasarkan bahan pembuat, nilai, wilayah berlaku, dan lembaga atau badan yang mengeluarkan.
1. Berdasarkan Bahan Pembuat Uang
Uang dikelompokkan menjadi uang logam dan uang kertas. Uang kertas disebut juga dengan folding money atau uang yang dapat dilipat oleh orang yang memegangnya.
2. Berdasarkan Nilai Uang
Uang mempunyai nilai intrinsik sama dengan nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai penuh (fullbodied money). Jika nilai intrinsik lebih kecil daripada nilai nominal, uang itu disebut uang bernilai tidak penuh (token money) atau uang tanda. Uang ini bertindak mewakili sejumlah logam tertentu dengan nilai barangnya sama dengan nilai nominal uang.
3. Berdasarkan Wilayah Berlaku
a. Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah, ringgit, peso, dan baht.
b. Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara kawasan Eropa.
c. Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling.
4. Berdasarkan Lembaga atau Badan yang Mengeluarkan
Lembaga yang berwenang menerbitkan uang ialah bank sentral suatu negara. Uang euro dan dolar merupakan contoh dari uang regional dan uang internasional. Uang yang diterbitkan bank sentral ialah uang logam dan uang kertas dengan berbagai nilai nominal yang disebut uang kartal. Bank umum (komersial) juga membuat dan mengedarkan uang dalam bentuk cek, bilyet giro, dan telegraphic transfer. Uang yang dikeluarkan oleh bank-bank umum inilah yang disebut uang giral.


sumber :
http://koran.seveners.com
http://id.wikipedia.org
http://www.ziddu.com

Minggu, 21 Februari 2010

Kepercayaan Diri Menangkan Juventus

Juventus harus melewati pertarungan sengit dengan Bologna untuk memastikan kemenangan 2-1 pada lanjutan Serie A, Minggu (21/2/2010) malam. Kiper Gianluigi Buffon meyakini, hasil positif tersebut tak lepas dari kepercayaan diri yang dirasakan para punggawa Bianconeri.

Diego Ribas dan Antonio Candreva memberikan tambahan tiga angka bagi anak-anak asuh Alberto Zaccheroni saat bertandang ke stadion Renato Dall’Ara. Kubu tuan rumah sendiri sempat menyamakan kedudukan melalui bek Andrea Raggi.

Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun Juve yang juga meraih hasil maksimal kala menjamu Genoa (14/2/2010) dan melawat ke kandang Ajax Amsterdam pada perhelatan Europa League (19/2/2010). Buffon segera melontarkan sanjungan kepada teman-teman setimnya dan menggarisbawahi pentingnya kemenangan tersebut.

Ket :
Untuk Kalimat yang di bold,merupakan kalimat pendapat
Untuk kalimat yang bergaris miring,merupakan fakta

sumber :
http://bola.okezone.com/read/2010/02/22/47/305795/buffon-kepercayaan-diri-menangkan-juve


Kamis, 07 Januari 2010

Citra Produk

Citra merupakan salah satu faktor keberhasilan sebuah perusahaan yang ingin memaparkan produknya,baik berupa barang maupun jasa.
Iklan dapat dipakai untuk mempertahankan atau memperbaiki citra produk,karena yang menilai suatu produk bagus atau tidak bukanlah produsen atau perusahaan,melainkan konsumen.
Apabila pruduk di mata konsumen itu baik,maka langkah Perusahaan selanjutnya adalah Mempertimbangkan harga,perbandingan dengan produk sejenis,manfaat,kemasan dan lain-lain.
Iklan haruslah bersifat informatif di tahap pengenalan, persuasif di tahap pertumbuhan dan matang, dan bersifat mudah diingat.
Dari beberapa artikel yang saya baca,banyak yang memuat bahwa iklan di Indonesia memiliki banyak kelemahan.
Semoga untuk kedepannya iklan-iklan di Indonesia bisa memiliki nilai-nilai kreatifitas yang tinggi.

Perilaku Konsumen

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.

Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.

Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.


MODEL PERILAKU KONSUMEN
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli.
Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar−benar memahami bagaimana konsumen akan memberi responterhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing.
Strategi pemasaran, khususnya yang dikembangkan dan diterapkan oleh perusahaan yang berhasil, memiliki kekuatan besar terhadap konsumen dan masyarakat luas. Strategi pemasaran bukan hanya disesuaikan dengan konsumen, tetapi juga mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen tentang diri mereka sendiri, tentang berbagai macam tawaran pasar, serta tentang situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk. Ini tidak berarti pemasaran adalah kegiatan yang tidak tepat atau tidak etis.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.
Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.


sumber :
http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_7682/title_konsep-perilaku-konsumen/
http://sihombingruben.blogspot.com/2009/12/pentingnya-perilaku-konsumen-dalam.html

Senin, 23 November 2009

Price

Dalam pertukaran atau pengukuran nilai suatu produk dalam pasar biasanya menggunakan uang. Jumlah uang tersebut biasanya menunjukan harga suatu produk atau jika seseorang ingin membeli sesuatu barang dan jasa, maka orang tersebut akan mengeluarkan sejumlah uang sebagai pengganti barang atau jasa tersebut.

A. Definisi / Pengertian Harga (Price)
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
B. Tujuan Penetapan Harga
1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal.
2. Mempertahankan perusahaan
Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan lain sebagainya.
3. Menggapai ROI (Return on Investment)
Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.
4. Menguasai Pangsa Pasar
Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.
5. Mempertahankan status quo
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.
C. Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk
1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
2. Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
3. Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain

Sumber :

http://organisasi.org/definisi-pengertian-harga-tujuan-metode-pendekatan-penetapan-harga-manajemen-pemasaran

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-pemasaran/i-pengertian-harga